Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Wednesday, July 28, 2010

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan MenikahJanji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah ~ Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.

janji Orang menikah


Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) <1>

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia , pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Penghalang terkabulnya doa.
Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

"Ingat nikah itu untuk ibadah,bukan untuk senang senang/main-main.Kalau memang sudah siap lahir,batin,dan mental segeralah nikah"



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4777524

Friday, February 26, 2010

Kultum Jum’at | Rahasia Pintu-pintu Rezeki

Pintu–pintu Rezeki adalah amal perbuatan yang bila kita lakukan akan menyebabkan Allah Ta’ala memberikan rezikinya kepada kita. Hal ini sudah di janjikan oleh Allah Ta’ala didalam firma-Nya, juga di jelaskan dalam sabda Rasullullah SAW. Adapun pintu-pintu reziki sebaiknya kita memaknai bersama :

1. Bersykur
Syukur adalah salah satu pintu yang menyebabkan dibukanya rezeki dari allah ta’ala, setiap kali kita mensyukuri nikmat yang kita terima dari Allah Ta’ala, maka setiap kali itu pula allah Ta’ala akan menambahkan nikmat yang telah diberikan kepada kita

2. Istiqfar dan Tobat
Istiqfar adalhah pintu yang dapat membuka jalannya rezeki dari Allah ta’ala. Istiqfar adalah memohon ampunan kepada allah Ta’ala yang disertai dengan rasa penyesalan atas segala kesalahan yang telah dilakukan dan diiringi denga tekat yang sungguh untuk tidak mengulangi berbuat kesalahan lagi, yang demekian juga bearti tobat. Tentu saja tujuan dari istiqfar atau memohon ampunan dari allah Ta’ala dari hukumanya, maka hukuman dari allah ta’ala yang dimaksud adalah siksa api neraka. Tobat dan istiqfar bukanlah permohonan yang bertujuan supaya dibukanya pintu rezeki, sedangkan istiqfar adalah memohon ampunan yang semata-mata di tujugan agar dihindarkan dari siksa neraka. Hanya saja Allah Ta’ala telah berjanji akan membukakan rezekinya bagi orang-orang yang selalu istiqfar.

3. Ber-Doa
Doa adalah pintu yang dapat menjadikan penyebab datangnya pintu rezeki. Sesunggunya Do'a sama dengan istiqfar, bedanya do'a untuk memohon rezeki dan istiqfar memohon ampunan . Allah Ta’ala telah berjanji akan mengabulkan permohonan dari setiap hambanya yang berdoa kepadanya. hanya pilihanya tetap sama dengan istiqfar, ada jalan pengabulan doa yang sulit dan ada yang mudah.

4. Birrul walidain dan Silatur-rahim
Birrul walidain atau berbakti kepada ibu dan ayah adalah perintah Allah Ta’ala, ini adalah perintah yang sangat besar dan harus dilaksanakan oleh setiap anak manusia. Menyambung silaturrahim yang dapat kita lakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada, dan mengutamakan keluarga yang lebih dekat untuk diberi nafkah terlebih dahulu sebelum mampu memberi nafkah kepada keluarga yang lebih jauh. Insya allah anak-anak yang melakukan dengan iklas karena mengharap rila Allah Ta’ala, maka semakin hari Allah Ta’ala akan semakin meluaskan rezeki kepada kalian sehingga mampu menanggung nafkah seluruh keluarga. Bahkan akan menanggung nafkah anak-anak yatim dan fakir miskin yang bukan keluarga. Hal ini sudah dilakukan oleh baginda Nabi SAW beserta para shahabat, juga dilakukan umat setelahnya.

5. Menikah
Tentang memaknai pintu-pintu rezeki menikah bisa di baca di artikel saya sebelumnya di Rezeki menikah.

6. Bertaqwa
Kita sudah sampai pada pintu rezeki yang terakhir yaitu Taqwa, pada dasarnya orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan amalan untuk membuka seluruh pintu rezeki yang telah dijanjikan oleh Allah Ta’ala. Taqwa adalah jalan yang lurus (shirathal mustaqim), taqwa adalah jalan orang-orang yang diberi kenikmatan oleh Allah Ta’ala (an’amta alaihim), taqwa adalah jalanya orang-orang yang selalu dikejar-kejar rezekidan sama sekali bukan jalanya orang-orang yang mengjar-mengejar rezeki. Taqwa bukanlah jalannya orang-orang islam yang merasa bahwa rezeki yang telah di terimanya dari Allah Ta’ala itu adalah karena kepandaianya dalam mencari rezeki.

Wah tidak terasa udah mau pagi ni.. cukup segitu dulu ya, itulah yang saya dapatkan dari pimpinan perusahan saya yang bernama muhammad mahbub junaidi bin tahmid dimana menjelaskan tentang Rahasia pintu-pintu Rezeki, itu sangat bermamfaat dari saya, alangkah baiknya kita maknai bersama, dan sedikit saya ulas, mungkin di hari jum’at lain saya akan mengulas secara detail satu persatu,, do’akan ya sobat,,, mau tidur dulu ni,, assalamualaikum..

Friday, February 5, 2010

Saatnya Memajukan Fungsi Masjid

Saatnya Memajukan Fungsi Masjid, karena mesjid merupakan elemen penting dalam kehidupan beragama. Mesjid adalah tempat suci dan tempat ibadah utama bagi umat. Karana itulah Mesjid memiliki Fungsi sangat penting dan strategis. Menurut pakar dan pengamat kemesjidan
Drs. H. Ahmad Yani, yang sekilas saya baca ditabloid jumat, masa Rasaullah saw, ada tiga peran dan fungsi mesjid:
1. Ubudiyah
Mesjid menjdi pusat peibadatan kaum muslimin, khususnya shalat yang lima waktu.
2. Ijtimaiyyah
adalah sosial kemasyarakatan sehingga mesjid berperan dalam perkara sosial yang terjadi dimasyarakat.
3. Tarbiyah (pendidikan)
Agar masyarakat mendapat pendidikan, pengajaran, bimbingan dan arahan dari mesjid.
Ahmad yani menganjurkan kepada pengurus mesjid untuk menyusun program yang banyak dan bervariasi, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Program kegiatan mesjid, menurutnya merupakan penjabaran secara teknis, dalam upaya merealisir peran dan fungsi mesjid sekaligus sebagai upaya mencapai tujuan dari keberadaan mesjid itu sendiri. Menurut penulis buku-buku kemesjidan, Program Kegitan Mesjid meliputi :
1. Bidang ubudiyah, seperti pelaksanaan sholat lima waktu, shalat jumat dengan menentukan khatib berikut topik-topik khutbah selam setahun dan sebagainya.
2. Bidang Pendidikan, yang merupakan upaya untuk mencapai jamaah mesjid yang memahami ajaran islam secara syamil (menyeluruh) dan kamil (sempurna).
3. Bidang Pelayanan, yang meliputi bimbingan dan penyuluhan agama, pelayanan kesehatan jamaah dan pelayanan pegurusan jenazah.
4. Bidang Santunan Sosial, yang meliputi santunan kematian, santunan untuk jamaah yang sakit, bea siswa pelajar atau mahasiswa yang miskin berprestasi, memberikan pinjaman usaha dan sebagainya.
5. Bidang Penerangan, dengan menerbitkan majalah dinding, mengadakan ceramah-ceramah dan penyuluhan.
6. Bidang Usaha,guna menopang kegitan mesjid, mengelola ZIS, menyewa ruangan aula serba guna mesjid.
7. Bidang Adminitrasi dan Kesekretariatan, ini merupakan salah satu daya dukung bagi kemakmuran mesjid.
Ujar Ahmad Yani Bila hal itu di jalankan, insya Allah mesjid yang sudah dibangun akan menjadi makmur, dan bisa menghasilkan masyarakat Islam yang baik sehingga Mesjid bukan hanya harus ada, tetapi memang dibutuhkan oleh umat islam.

Saturday, January 30, 2010

Rezeki Menikah

Rezeki Menikah, sudah banyak orang yang meyakini sekaligus merasakan bahwa, dengan menikah seseorang akan mengalami peningkatan secara ekonomi. hanyalah fakta-fakta tanpa pengetahuan kenapa seseorang yang tidak memiliki apa-apa saat sendiri, namun ketika sudah menikah kemudian ada saja jalan rezekinya itu, biasanya berupa rumah, dan alat-alat rumah tangga lainya. Sesungguhnya orang tidak perlu mengejar rezekinya dengan jalan menikah,
Numun Menikah adalah untuk mengerjakan perintah Allah Ta'ala dan sunah baginda Nabi SAW, sedangkan janji-janji Allah Ta'ala sudah otomatis terjadi dengan sendirinya. Allah Ta'ala tidak pernah ingkar janji, meskipun seseorang tidak pernah mengerti tentang janji Allah Ta'ala. Diantara yang sangat perlu diperhatikan dalam menikah adalah memilih jodoh yang shalih atau shaliha dan memberikan mahar dengan kerelahan hati. Seseorang yang telah menikah sudah tentu berkewajiban menanggung nafkah istrinya, kemudian telah mempunyai anak maka ia juga berkewajiban menaggung nafkah anaknya. Oleh karenanya setiap muslim seharusnya berniat iklas untuk mengharapkan rida Allah Ta'ala dalam memberikan nafkah kepada keluarganya, karena nafkah itulah yang di sebut dengan shagadah rutin atau infak. Maka jangalah sekali - kali memberikan nafkah kepada istri karena takut kepada sang istri, atau karena ingin dipuji oleh mertua dan sebagainya, karena yang seperti itu adalah riya', Tidak akan mendapat apapun dari Allah Ta'ala selain murka dari-Nya. Bila seorang suami memberikan nafkah kepada istri karena niat mengharapkan ridha Allah Ta'ala maka sudah barang tentu Allah ta'ala pasti melipat gandakan infak yang diberikan untuk mengarapkan ridha-Nya. Termasuk infak nafkah kepada anak dan istri. Alah Ta'ala banyak menyediakan pintu-pintu rezeki dan orang yang telah membuka seluruh pintu-pintu rezeki yang telah disediakan oleh Allah Ta'ala itu adalah orang yang bertakwa. Namun dari sekian banyak pintu rezeki yang telah disediakan oleh Allah Ta'ala itu, hanya pintu menikah saja yang sudah sering dibuka dengan benar oleh kebanyakan orang pada zaman sekarang ini. Karena bila banyak orang yang mengaku bahwa menikah benar-benar mendatangkan rezeki, maka ketahuilah, bahwa seorang suami yang telah menikah biasanya memang dapat berinfak dengan baik kepada istrinya. Tentu saja infak tidak perlu diniatkan untuk mendapatkan kelipatan harta karena itu akan terjadi secara otomatis. Sebagaimana janji Allah Ta'ala, namun rata-rata seorang suami selalu memberikan harta yang terbaik untuk menafkahi istrinya. Sudah tentu syarat-syarat infak terpenuhi untuk membuka pintu Rezeki Menikah karena infak memang harus denga harta yang dicintai.
Tulisan ini saya ambil sedikit dari buku yang dibuat oleh pimpinan saya disuatu perusahan, judul buku Kitabur Risqi nama penulis M.Mahbub Junaidi, ST. ini saya jadikan posting lantaran bagi saya cukup penting karena proses hidup saya ataupun kalian yang belum menikah akan menuju kesana,, kalaupun kurang bermafaat bagi sobat harap maklum, ini hanya sebagai pengingat saya. tapi kalau sobat merasa ini bermamfaat saya sangat senang sekali, dan saya akan menulis beberapa lagi tentang pintu-pintu rezeki.